Jakarta – Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mengkritik program KJP Plus milik cagub-cawagub Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno. Menanggapi hal tersebut, Anies menyebutkan tugas pemerintah adalah memikirkan seluruh anak – anak usia sekolah, termasuk yang putus sekolah.

“Iya malah justru kita menyadari bawah tugas pemerintah itu bukan hanya memikirkan anak-anak yang sudah berada dalam sekolah, tapi memikirkan semua anak usia sekolah,” ujar Anies di Jalan Utan Jati RT 08 RW 11, Kelurahan Pengadugan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (5/4/2017).

KJP Plus yang diluncurkan untuk memastikan akses pendidikan pada semua anak usia sekolah. Hal ini dilakukan agar anak – anak yang putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya di sekolah.

“Bukan saja hanya yang sudah bersekolah, apalagi kalau kita ketahui anak-anak yang sudah putus sekolah itu juga memerlukan solusi, salah satu solusinya adalah yang pernah kita lakukan kejar paket,” ujar Anies.

Anies menyadari anak yang telah putus sekolah sulit untuk kembali melanjutkan pendidikan di sekolah. Hal ini didasari dari pengalaman di lapangan saat menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Bagi mereka yang sudah pernah berada di lapangan pasti tahu persis anak yang sudah putus sekolah, apalagi jenjangnya SMP ke atas menarik kembali ke sekolah itu adalah pekerjaan yang tidak sederhana. Apalagi kalau sudah putus sekolah lebih dari 1 tahun, biasanya sulit sekali,” tutur Anies.

“Ini pengalaman bagi mereka yang berada di lapangan. Kita-kita semua yang pernah berada di lapangan pasti tahu persis, karena itu yang dilakukan adalah memberikan solusi kepada mereka yang kenyataannya sudah tidak bisa kembali ke sekolah. Dengan melakukan kejar paket, dan juga dengan melakukan kursus-kursus,” ucap Anies.

Anies menyebut hal itu menjadi perbedaan mendasar dengan mereka yang hanya memikirkan anak yang sudah sekolah. Jika terpilih, pihaknya hendak memikirkan seluruh anak usia sekolah.

“Nah kita mau memikirkan anak usia sekolah. Karena tanggung jawab kita untuk setiap anak Jakarta, bukan saja anak yang sudah dalam sekolah,” kata Anies.

Advertisements