Paris – Pemimpin dari berbagai penjuru dunia bersimpati dan mengecam teror di Stockholm, Swedia. Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan peristiwa yang menewaskan sedikitnya lima orang itu disebut sebagai serangan teror.

Dilansir dari AFP, Sabtu (8/4/2017), sejumlah pimpinan negara dari Jerman hingga Rusia mengecam tindakan tersebut.

Jerman
Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan negaranya berdiri bersama-sama Swedia untuk melawan teror. Jerman juga bersimpati kepada korban serangan tersebut.

Rusia
“Negara kita juga akrab dengan kejahatan terorisme Internasional. Pada saat yang sulit ini Rusia turut berduka bersama warga Swedia,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pernyataannya.

PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk serangan itu dan bersimpati pada keluarga korban teror tersebut. “Kami harap pihak yang bertanggung jawab dalam serangan itu segera dibawa ke pengadilan,” kata Guterres.

Uni Eropa
Presiden Komisi Uni ERopa Jean-Claude Juncker mengatakan serangan itu merupakan sebuah pukulan melawan negara Uni Eropa. “Sebuah serangan yang memukul seluruh anggota kita semua,” kata Juncker dalam pesan duka bagi para korban.

Kepala Parlemen Eropa, Antonio Tajani mengatakan dalam Twitternya jika dia shock karena mendengar berita yang mengerikan dari Stockholm.

Prancis
Presiden Prancis Francois Hollande mengungkapkan ‘horor dan kemarahannya’ pada serangan tersebut. “Prancis menyampaikan simpati dan solidaritas untuk keluarga korban dan seluruh warga Swedia,” kata Hollande.

Wali Kota Paris Anne Hidalgo mengumumkan di akun Twitternya jika Menara Eiffel yang biasa dihiasi gemerlap cahaya, akan dimatikan beberapa menit saat tengah malam. Hidalgo mengatakan hal itu untuk menghormati para korban dari serangan teror tersebut.

Belanda
Perdana Menteri Mark Rutte mengatakan serangan tersebut sebagai berita yang mengerikan. Rutte juga menyampaikan belasungkawa atas nama negaranya kepada warga Swedia.

“Pikiran kami untuk para korban dan warga yang selamat dari serangan itu,” kata Rutte melalui akun Twitternya.

“Belanda siap membantu jika dibutuhkan,” sambungnya.

Hongaria
Menteri Luar Negeri Hongaria Péter Szijjártó mengatakan negaranya siap membantu Swedia melawan terorisme. “Warga Swedia bisa mengandalkan Hongaria untuk perang melawan terorisme,” kata Szijjártó.

“Hal ini tidak terpikirkan banyak orang tidak berdosa berjalan di pusat kota, dan kemudian tiba-tiba saja mereka menjadi korban dari serangan brutal. Kami mengutuk tindakan mengerikan ini,” ujar pernyataan tersebut.

Advertisements